Tampilkan postingan dengan label penggugah iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penggugah iman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Oktober 2010

Siti Khadijah

Khadijah binti khuwailid sering dijuluki Ath-thohirah, yang artinya bersih dan suci. Beliau adalah istri Rasulullah SAW.


Siti Khadijah r.a. adalah figur seorang istri solehah yang menjadi penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang dan beribadah kepada Allah SWT. Beliau telah berkorban dengan harta, kedudukan, dan diri beliau demi membela perjuangan Rasulullah SAW.

Khadijah memiliki wajah yang cantik, berasal dari keturunan yang terhormat, memiliki martabat karena kepandaian dan kecerdasaanya, dan ia juga adalah wanita yang kaya raya.

Sebelum beliau menikah dengan Rasulullah SAW, beliau adalah seorang janda.Saat menikah dengan Rasulullah, umur Khadijah yang telah sampai di usia 40 tahun, dan Rasulullah berumur 25 tahun.Saat itu Rasulullah belum mendapat gelar kenabiannya (Muhammad mendapat gelar kenabian pada usia 35 tahun).

Sabda Rasulullah SAW,“Tidaklah Allah mengganti untukku (istri) yang lebih baik darinya (khadijah). Dia beriman kepadaku saat orang-orang kufur. Dia mempercayaiku saat orang-orang mendustaiku. Dia memberikan hartanya kepadaku saat orang-orang mengharamkan harta untukku. Dan dia memberikan aku anak saat Allah tidak memberikan anak dari istri-istriku yang lain.”

Sayyidatina Khadijah ra merupakan wanita pertama yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Beliau banyak membantu dan memperteguhkan tekad Rasulullah SAW melaksanakan risalah dakwah.Beliau senantiasa berusaha meringankan kepedihan hati dan menghilangkan keletihan serta penderitaan yang dialami oleh suaminya dalam menjalankan tugas dakwah. Inilah keistimewaan dan keutamaan Khadijah dalam sejarah perjuangan Islam. Beliau adalah sumber kekuatan yang herada di belakang Rasulullah SAW. (dikutip dari Meneladani Siti Khadijah ra)

.

Wanita solehah

Kalau kita searching or browsing di internet, banyak banget artikel tentang wanita solehah. Begitu baca, aku langsung tertegun... Ternyata aku masih jauh banget dari kategori muslimah yang solehah itu... hahaha...

Emang nggak pantes untuk diketawain sih, tapi aku ketawa karena merasa miris aja, kenapa aku belum bisa menjadi wanita yang solehah.

Wanita adalah perhiasan dunia, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah.

Rasulullah SAW bersabda, "Dunia ini penuh dengan perhiasan, dan perhiasan paling indah ialah wanita solehah" (HR Muslim)


Siapa sih wanita solehah itu?


Wanita solehah adalah calon bidadari surga. Dia cantik karena akhlaknya. Dialembut karena kesopanannya. Tegar karena kesabarannya. Bersinar wajahnya karena air wudhunya. Mempesona karena cintanya pada Allah SWT. Bahkan bidadari di surga pun iri terhadapnya, karena wanita solehah jauh lebih baik daripada bidadari surga.

Wanita solehah adalah wanita yang hebat. Ia tangguh dan pemberani. Berani membela agamanya, berani menjaga kehormatan dan harga dirinya. Selalu menutup auratnya. Wanita solehah itu pantang menyerah. Selalu tabah dan tawakal dalam menempuh ujian dari Tuhannya. Tak pernah rapuh, dan selalu ikhlas dalam hatinya.

Seorang wanita yang solehah mampu menjadi teladan bagi generasi di bawahnya. Ia penuh dengan cinta kasih, serta memiliki akhlak yang mulia. Selalu menjaga diri dalam pergaulannya. Menjauhkan diri dari bermaksiat dan selalu taat pada perintah Allah Ta'ala.

Wanita yang solehah bersifat qana'ah (selalu merasa cukup). Tak banyak tuntutan dan dapat menjadi istri yang baik, serta ibu yang penyayang.

Rasulullah bersabda, "Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia. Mereka adalah Asiah binti Muzahim, istri Fir'aun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwalid, istri Rasulullah SAW; dan Fatimah binti Muhammad" (HR Bukhari)

Asiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah, meskipun hidup bersama suaminya, Firaun yang tidak beriman kepada Allah.

Maryam ialah simbol wanita yang dalam ibadahnya dan tinggi derajat ketakwaannya kepada Allah serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah.

Khadijah ialah simbol istri setia tanpa mengenal lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa dan harta bendanya serta rela menanggung berbagai risiko dan cobaan dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada Rasulullah.

Fatimah adalah simbol berbagai dimensi wanita yang solehah; anak yang soleh dan taat kepada ayahnya; istri yang setia kepada suaminya serta ibu yang bijaksana membesarkan putera puterinya. Dia adalah teladan bagi seluruh muslimah di dunia.



Hadis dan ayat Al Qur'an tentang wanita solehah

Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, …” (Q.S. An-Nuur: 31).

Sabda Rasulullah yang isinya: “Sebaik-baik wanita itu ialah wanita yang melahirkan anak, yang penyayang; yang memelihara kehormatannya; yang mulia di mata keluarganya; yang menghormati suaminya; menghias dirinya hanya untuk suaminya tercinta; memelihara diri dari pandangan orang lain; yang mendengar kata-kata suaminya dan mentaati segala perintahnya."

“Apabila bersama suaminya, dia memberikan apa saja yang diperlukan suaminya dan dia tidak pula menolak ajakannya; serta tidak merendah-rendahkan atau menghina kedudukan suaminya di hadapan orang lain.” (Riwayat Al Tausi).

Dari Anas, Rasulullah SAW berssabda, "Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai." (Hadis Riwayat Ahmad)

"Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji (kemaluan) - nya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara farji- nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasan kecuali yang biasa nampak dari padanya." (QS. An Nuur ayat 30-31)


Subhanallah... kapan yah, aku bisa jadi wanita yang solehah. Ya Allah, berikan hidayahMu padaku. Aku juga pengen masuk surga. Amiiiiin.....

Jumat, 01 Oktober 2010

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka'bah, beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: "Ya Karim! Ya Karim!"

Rasulullah s.a.w. menirunya membaca "Ya Karim! Ya Karim!" Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka'bah, dan berzikir lagi: "Ya Karim! Ya Karim!" Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya "Ya Karim! Ya Karim!" Merasa seperti diolok-olok, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:

"Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku, kerana aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah."

Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya: "Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?" "Belum," jawab orang itu. "Jadi bagaimana kau beriman kepadanya?"

"Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan saya membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya," kata orang Arab badwi itu pula.

Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: "Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!" Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.

"Tuan ini Nabi Muhammad?!" "Ya" jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:

"Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan serupa itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada jeragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita gembira bagi orang yang beriman, dan membawa berita menakutkan bagi yang mengingkarinya."

Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: "Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: "Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahwa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!" Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi. Maka orang Arab itu pula berkata:

"Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!" kata orang Arab badwi itu. "Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?" Rasulullah bertanya kepadanya. 'Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,' jawab orang itu. 'Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!'

Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:

"Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya kerana tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!" Betapa sukanya orang Arab badwi itu, apabila mendengar berita tersebut. la Ialu menangis kerana tidak berdaya menahan keharuan dirinya.

Subhanallah...