Kamis, 19 Februari 2009

Di Hatiku


Tsm, 19/07/04

Luka yang dalam kukubur di tempat ini
Kumasukkan dalam kotak tua
Lalu kupendam dalam tanah
Yang telah aku gali teramat dalam
Kubenam rapat-rapat
Kuinjak-injak tanahnya biar rata
Supaya tak ada celah tempat luka itu bisa keluar
Kutumpuk dengan jerami-jerami kering,
Sampah kompos, dan akar-akar rumput teki
Biar tumbuh disana menutupinya
Lalu nanti akan kutanam aneka
bunga-bunga wangi berwarna-warni
diatasnya
Sengaja... biar saja...
Biar indah tampaknya
Biar harum baunya
Biar tak terasa lagi perihnya
Seperti luka dulu yang kurasa
Dihatiku...

Sang Dewa Cinta

by : Iip Wijayanto, 2003

Cinta itu adalah cahaya kesadaran,
yang datang dengan berkendaraan nur...

Cinta itu adalah tutur jujur,
yang datang dengan sebilah keris hikmah...

Cinta itu adalah bait-bait sabda,
yang ketika ia ingin berbicara... maka datanglah
ia padaku dengan berkendaraan udara...
dan masuk ke setiap pori-pori tubuhku, memenuhi
paru-paruku, bersatu dengan setiap sel darahku
sehingga berkatalah, bertuturlah dan menulislah
aku bersama cinta, karena cinta, untuk cinta, demi
cinta dan atas nama cinta...

Akulah lisan cinta
yang mewujud bersama ruhku didalam jasadku...

Substansiku adalah cinta, tangis, tawa, candaku
adalah cinta karena aku terlahir dari mata air cinta

Aku adalah cinta

Jerawat ~perhiasan diri~


Pwt, 24/11/06


Secuil kecil dan mungil
Yang timbul di halusnya wajah
Layaknya bintang yang kerap muncul
Di tengah gelapnya malam
Selalu menonjol
Dan menarik perhatian

Secuil kecil dan mungil
Yang timbul di saat yang tak pernah tepat
Menjadi suatu hiasan yang harusnya tak ada
Saat seribu tatap tertuju padaku

Secuil kecil dan mungil
Yang selalu membuat jengkel dan frustasi
Namun sekarang kusayang padanya
Kar’na berkatnya, kini kubertambah lucu