skip to main |
skip to sidebar
Tsm, 19/07/04Luka yang dalam kukubur di tempat iniKumasukkan dalam kotak tuaLalu kupendam dalam tanahYang telah aku gali teramat dalamKubenam rapat-rapatKuinjak-injak tanahnya biar rataSupaya tak ada celah tempat luka itu bisa keluarKutumpuk dengan jerami-jerami kering,Sampah kompos, dan akar-akar rumput tekiBiar tumbuh disana menutupinyaLalu nanti akan kutanam aneka bunga-bunga wangi berwarna-warni diatasnyaSengaja... biar saja...Biar indah tampaknyaBiar harum baunyaBiar tak terasa lagi perihnyaSeperti luka dulu yang kurasaDihatiku...
by : Iip Wijayanto, 2003Cinta itu adalah cahaya kesadaran,yang datang dengan berkendaraan nur...Cinta itu adalah tutur jujur,yang datang dengan sebilah keris hikmah...Cinta itu adalah bait-bait sabda,yang ketika ia ingin berbicara... maka datanglahia padaku dengan berkendaraan udara...dan masuk ke setiap pori-pori tubuhku, memenuhiparu-paruku, bersatu dengan setiap sel darahkusehingga berkatalah, bertuturlah dan menulislahaku bersama cinta, karena cinta, untuk cinta, demicinta dan atas nama cinta...Akulah lisan cintayang mewujud bersama ruhku didalam jasadku...Substansiku adalah cinta, tangis, tawa, candakuadalah cinta karena aku terlahir dari mata air cintaAku adalah cinta

Pwt, 24/11/06Secuil kecil dan mungilYang timbul di halusnya wajahLayaknya bintang yang kerap munculDi tengah gelapnya malamSelalu menonjolDan menarik perhatianSecuil kecil dan mungilYang timbul di saat yang tak pernah tepatMenjadi suatu hiasan yang harusnya tak adaSaat seribu tatap tertuju padakuSecuil kecil dan mungilYang selalu membuat jengkel dan frustasiNamun sekarang kusayang padanyaKar’na berkatnya, kini kubertambah lucu